(anggaplah sebuah novena)
salam bagimu, wahai ibu
perjalananku sungguhlah tak kupahami
begitu banyak tikungan dan persimpangan
yang menjerihkan nyaliku
sementara cinta,
satu-satunya peta yang kupunya
semakin jauh dari nyata
ada yang tak kumengerti
tetapi apa?
pedangku telah teracung
ujungnya bergetar oleh semangat
yang menyala di buku-buku jariku
tak juga turun menebas
sebab tungkaiku melemah oleh keraguan
menjalar ke kerongkongan
menggagalkan teriakan perang
yang sedianya kukumandangkan
untuk apa?
mestikah aku yang berdiri di medan ini
sebab kulihat diriku sendiri mati
ibu,
aku rindu…..
di manakah engkau,
sebab di depan sana
tak kulihat lagi wajahmu
tersesatkah aku
terlupakah dirimu
temukanlah aku, wahai ibuku
sebelum batin ini sepenuhnya menyerah
lelah dengan sumpah serapah
sebab hidupku rasanya sampah
……………………..
adakah bedanya
aku menatap langit
aku menatap bumi
asing kepada diri sendiri
manis pahit kenyataan
tergali dari kehidupan
namun, betapa kujauh
dari Mu ;
tertolak,
masih panjangkah jalan ?
……………………………..
temukanlah aku, wahai ibuku
sebelum batin ini sepenuhnya lelah
menyerah
salam bagimu, wahai ibu
ibuku
to my mystical mother: Maria
mistyforest,11 Mei 05
APDET WOI APDET!
Oleh: mPit on September 9, 2008
at 12:24 pm