baiknya kita terus berpuisi
melontarkan mimpi-mimpi di wajah kenyataan
yang lelah dan pahit
mengelus luka sejarah
yang mengonak duri ketidakpastian
kompas telah hilang kutub
sementara qa’bah bergeser
jalan aspal menjadi tembok ratapan
dan mimpi menjadi kata yang terhapus
dari kamus dan daftar obat
baiknya kita tetap berpuisi
meski dalam keterbungkaman
tinta bukanlah badan
kata bukanlah ruh
puisi kita
seperti Yesus yang berteriak
Aku bukan dari dunia ini !
kita tak kan berhenti di sini
kita adalah doa yang menjelma
dari mimpi buruk alam semesta
menyesal lahirkan pemerkosa
yang tega gagahi ibunya sendiri
Yogya, april 1998