Oleh: ichimusai | Juli 15, 2008

UNTUK SAHABAT SEPERJALANAN PADA SUATU TEMPAT PADA SUATU WAKTU

untukmu, Saudaraku
Sang Pencari gigih
yang sering menggoda, mencoba-coba
dan untuk semua,
yang telah bertolak menuju lautan ganas
dengan kemudi yang licin

untukmu, Saudaraku
sang pengembara zaman
yang gembira oleh desau angin kemarau
yang menari di tengah pusaran hujan
untukmu,
yang tak rela meninggalkan jejak-jejak
penuh kepengecutan, dan
yang tak sudi mengatakan sesuatu
yang tak bisa kau lihat
…………………..
mimpi
imajinasi
adalah kenyataan
alam Penamsilan Sejati
hidup
adalah mimpi panjang
mimpi di dalam mimpi
yang akan disentak bangun
lihat, lihat
Sang Pengelana pun
suatu saat akan berhenti
sebab ia adalah tujuan
dan pengembaraan itu sendiri
seluruh hal
pandanglah dengan mata kecintaan yang paling dalam
yang baik dan yang buruk
mengada demi sebuah kesetimbangan
yang abadi
benih harus memecahkan cangkang
agar ia dapat tumbuh
berbuah diri yang sejati
kesedihan dan kegembiraan
adalah dua utas tali yang saling melilit
berganti-ganti dengan irama yang tetap
menuju ujung yang sama
tidak mungkin engkau memilih yang satu
dan menolak yang lain
sebab talimu akan kendur dan tak berguna
kesedihanmu adalah batu gerinda
demi matangnya sebuah jiwa merdeka
niscaya lukamu tak pernah sia-sia
sebab ia mempersiapkan kemilaumu
saat sinar kegembiraan menghampirimu
bukan batu kali penghias mahkota Sang Raja
melainkan permata yang tergosok sempurna
dan tanah liat yang tak cukup kuat
untuk dibentuk menjadi cawan
tak layak hadir di meja Perjamuan

kegembiraan dan kesedihanmu
adalah sepasang sayap rajawali
yang mengepak naik turun
membuatnya membubung
melintasi gunung dan lembah
menuju negeri yang jauh
dengarlah nyanyian laut
yang lahir oleh deburan ombak naik
dan desah rela ketika mesti terseret turun
setia memenuhi janjinya
bergiliran mengetuk pintumu
bernyanyi keras-keras kemudian pergi digantikan yang lain
apapun yang kau lakukan untuk menahannya
tinggal sedetik lebih lama
membuatmu kehilangan kewajaran
kegembiraan dan kesedihanmu
adalah anggur yang dituangkan tuan rumah
bagi tamu terhormat Perjamuannya
meminumnya adalah keniscayaan
sebab ada tertulis : inilah darahKu
tertumpah demi memberimu kehidupan
jangan takut saat engkau sendirian
dan jalanmu terasa tak berujung
sebab benarlah jalanmu
bukankah ada tertulis :
jalan sempitlah yang menuju hidup kekal
terlalu sempit untuk kawan seperjalanan
dan seorang pengembara tahu
bukan jalan yang berkelok berlekuk
yang melelahkan
tak ada yang sia-sia, saudara
tuliskan, tuliskan saja
di setiap lembar daun yang kau temukan
dengan pena kesadaran
dan ketulusan menjadi tintanya
maka kau akan menjelma Huruf dan Kata
yang merupa sukacita
tak ada yang sia-sia
sebab ada tertulis :
hiduplah dengan gembira
kemurungan hanya semaikan awan kabut
menggagalkan Sang Kasih bersalam di pintumu

Gunung Kunir 18 Juni 05


Tanggapan

  1. Ia ada di sebelah kananku
    juga di sisi kiriku
    Ia ada di sekelilingku
    bagai angin dan debu
    Ia ada pada kehidupanku
    juga teman menjelang ajal

    Ia tak pernah dekat
    juga tak pernah nyata

    [ES]


Beri tanggapan

Your response:

Kategori